Messi Hanya Pemain Spesialisasi Klub? di Piala Dunia 2014

Category : Kualifikasi Piala Dunia 2014

Piala Dunia 2014  Salah satu tim yang kerap diunggulkan untuk menjuarai setiap perhelatan Piala Dunia adalah Argentina. Dengan torehan gelar juara dunia 2 kali, serta banyak melahirkan beberapa nama legenda dalam sepakbola seperti Diego Armando Maradona dan Mario Kempes, maka cukup wajar jika mereka selalu masuk menjadi tim unggulan, begitupun di perhelatan Piala Dunia 2014 ini.

Terlebih saat ini dunia sepak bola disuguhkan oleh ketangguhan seorang pemain asal Argentina. Siapa penggemar sepak bola di kolong langit ini yang tak mengenal sosok Lionel Messi? Dengan kiprahnya yang menawan selama beberapa tahun terakhir ini, ia menjadi pemain yang paling banyak disorot dunia.

Bersama klub asal Liga Spanyol Barcelona, ia berhasil menyulap publik dunia dengan kemampuannya mengolah si kulit bundar. Bersama tim Catalan, ia berhasil meraih berapa gelar liga atau kompetisi tingkat lokal, Eropa bahkan pula dunia. Hingga menjadikan Barcelona sebagai tim yang amat disegani, setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini.

Selain berhasil menjadikan klub yang paling disegani, ia melengkapi karir gemilangnya dengan torehan rekor ataupun prestasi individu. Mulai dari top skor tingkat kompetisi lokal Spanyol, Eropa, bahkan berhasil memecahkan rekor Gerd Muller sebagai pencetak gol terbanyak dalam 1 tahun kalender. Beberapa kali penghargaan pemain terbaik dunia pun berhasil ia raih.

Namun kiprahnya yang gemilang di level klub tak mampu membawa Argentina berprestasi. Kegagalan di beberapa Piala Dunia dan Copa America membuat ia dikritik oleh publik Argentina. Satu-satunya prestasi yang ia ukir bersama Argentina adalah di tingkat yunior, dengan meraih medali emas Olimpiade.

Lionel Messi mengakui kalau ia tak selalu mengeluarkankan kemampuan terbaiknya ketika tampil bersama tim nasional Argentina. Namun dia juga menolak bertanggung jawab secara penuh atas kegagalan timnas di dua Piala Dunia terakhir. “Saya menangis berkali-kali. Di Piala Dunia 2006 Argentina bermain sangat baik dan kalah dari Jerman melalui penalti. Pada 2010 hal sama terjadi. Ya, saya menangis tapi semua tim menangis,” ujarnya.

Kendati demikian, pemain yang sempat digadang-gadang akan meneruskan kejayaan kaos nomor 10 di tim Argentina yang diwariskan oleh Diego Maradona ini menegaskan masih ada ruang untuk perbaikan penampilannya bersama Albiceleste. Menurutnya, ia bukanlah pemain yang cukup puas dengan pencapaiannya. Bahkan ia mengakui kerap mengkritik dirinya sendiri.

Pada pra piala dunia 2014 di Brazil ini ia berjanji akan mencoba berbuat yang terbaik untuk kejayaan tim tango. Hingga kutukannya mengenakan seragam tim nasional akan berakhir dengan kegagalan akan segera hilang.

Tentu patut untuk kita tunggu, apakah sindiran yang menyatakan kalau ia hanya seorang pemain spesialisasi klub itu sirna? Atau memang ia memang tidak ditakdirkan untuk berjaya bersama tim Argentina? Kita lihat saja hasilnya pada Piala Dunia 2014 nanti .

di www.cyberbola.com

 

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)